gamang

April 19, 2016

“catatan beberapa bulan silam, saat kelabu…”

selanjutnya ga berlanjut alias menthok. mikir sana mikir sini, sepertinya banyak hal terpampang di depan mata, tapi ujung-ujungnya tetap masih stuck. gitu deh yang saya alami saat ini. mulai dari usaha di bidang iklan, mengajar bahkan menjalar ke dalam tulis menulis. begitu merananya…rasa-rasanya sungguh naas.

obat suntuk andalan saya salah satunya adalah jalan-jalan ke pasar. atau ngobrol dengan teman atau bahkan dengan orang yang belum saya kenal sebelumnya. lumayan menghibur diri. mungkin juga bisa jadi petunjuk untuk menghancurkan hiruk pikuk suntuk yang mengetuk pikiran dan hati.

saya bilang ke teman saya via facebook messengerĀ tentang kondisi saya saat ini. beberapa niat saya untuk cari profesi lain. memang, menurutnya lebih baik punya back-up keahlian. kini, saya ingin belajar menjahit karena istri sudah memulai dunia jahit-menjahit. harapannya biar makin komplit sekaligus makin mesra dengan istri.

back-up plan atau bahkan nantinya berubah jadi alih profesi, mungkin membutuhkan ketegaran hati dan pikiran. apalagi kalau ngomongin tentang gengsi. memang tak hanya butuh niat tebal tapi juga muka tebal untuk memulai alih profesi. semoga saja semuanya masih bisa jalan…walau saya masih sering merasa pesimis karena kondisi lesu yang berkelanjutan ini. yang penting, masih punya harapan dan ga cuma ngomong ataupun cuma mikir di awang-awang. niat seperti ini memang harus segera direalisasikan supaya bisa jadi rejeki.

 

salam penuh harap,

 

-L-

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“sesaat saya membaca tulisan saat saya merasa tersesat…”

sedih sendiri rasanya, saat membaca tulisan saya di atas. padahal di tulisan sebelumnya, suntikan semangat dari pak nasirun sejatinya mampu meneduhkan sekaligus meneguhkan. bahwasannya, karunia kodrati kita sebagai manusia tak terbatas. definisi rejeki bisa sangat luas. kesehatan salah satunya, menjadi satu rejeki yang sangat mahal namun sering disepelekan. beberapa pendahulu, baik teman dan keluarga yang telah meninggalkan dunia, bahkan terkena penyakit yang kronis. tak hanya menyisakan isak tangis kepedihan, tetapi juga menyesakkan roda perekonomian keluarga.

hari ini, saya merasa beruntung karena diingatkan kembali pada kemurahan Tuhan atas semua rejeki yang boleh dinikmati. semoga…semuanya ini menguatkan hati dan menjadikan saya berhati-hati dalam berkata, bersikap dan bertindak.

 

salam belum sarapan,

-L-

 

 

 

Iklan